A)
Pengertian tanggung jawab
Tanggung jawab adalah
sifat terpuji yang mendasar dalam diri manusia. Selaras dengan fitrah. Tapi
bisa juga tergeser oleh faktor eksternal. Setiap individu memiliki sifat ini.
Ia akan semakin membaik bila kepribadian orang tersebut semakin meningkat. Ia
akan selalu ada dalam diri manusia karena pada dasarnya setiap insan tidak bisa
melepaskan diri dari kehidupan sekitar yang menunutut kepedulian dan tanggung
jawab. Inilah yang menyebabkan frekwensi tanggung jawab masing-masing individu
berbeda.
Tanggung jawab adalah
kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang di sengaja maupun
yang tidak di sengaja.tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan
kesadaran akan kewajiban.
Tanggung jawab menurut
kamus umum Bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib menanggung segala
sesuatunya.Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau
perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tangung jawab juga
berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
Manusia yang
bertanggung jawab adalah manusia yang berani menghadapi masalahnya sendiri.
B)
Makna dari suatu tanggung jawab.
Tanggung jawab memiliki arti yaitu berkewajiban untuk menanggung
dan memikul jawab,secara sederhananya tanggung jawab adalah menanggung segala
sesuatu yang telah atau sudah terjadi dan dialami.
Arti
tanggung jawab juga dapat diartikan seperti ini. Tanggung Jawab adalah
kesadaran diri manusia terhadap semua tingkah laku dan perbuatan yang disengaja
atau pun tidak di sengaja. Tanggung jawab juga harus berasalah dari dalam hati
dan kemauan diri sendiri atas kewajiban yang harus di tanggung jawabkan.
Contohnya adalah seorang mahasiswa, seorang mahasiswa memiliki kewajiban untuk
belajar agar mahasiswa itu sendiri dapat bertanggung jawab atas hasil nya
nanti apakah dia akan mendapat nilai A,B,C,D,atau E dan setelah lulus nanti
mahasiswa harus bertanggung jawab atas kehidupannya sendiri.
C)
Macam-macam tanggung jawab.
Ada beberapa jenis
tanggung jawab, yaitu :
1. Tanggung Jawab
Terhadap Diri Sendiri
Tanggung jawab terhadap
diri sendiri, menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya
sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Dengan
demikian bisa memecahkan masalah-masalah mengenai dirinya sendiri. Menurut
sifat dasarnya, manusia adalah makhluk bermoral, tetapi manusia juga seorang
pribadi, karena itu manusia mempunyai pendapat sendiri, perasaan sendiri, dan
angan-angan sendiri.
2. Tanggung Jawab
Terhadap Keluarga
Keluarga merupakan
masyarakat kecil. Tiap anggota keluarga wajib bertanggungjawab pada
keluarganya. Tanggung jawab ini tidak hanya menyangkut nama baik keluarga,
tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan,
dan kehidupan.
3. Tanggung Jawab
Terhadap Masyarakat
Pada hakekatnya,
manusia tidak dapat hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan
kedudukannya sebagai makhluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain, maka ia
harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. Sehingga dengan demikian,
manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung
jawab, agar dapat melangsungkan hidupnya di dalam masyarakat tersebut.
4. Tanggung Jawab
Kepada Bangsa / Negara
Setiap manusia atau
individu adalah warga negara suatu negara. Dalam berpikir dan bertindak,
manusia terikat oleh norma-norma dan aturan. Manusia tidak dapat berbuat
semaunya sendiri. Jika perbuatannya salah, dan melanggar aturan dan norma
tersebut, maka manusia itu harus bertanggung jawab kepada bangsa atau
negaranya.
5. Tanggung Jawab
terhadap Tuhan
Penciptaan manusia
dilandasi oleh sebuah tujuan luhur. Maka, tentu saja keberadaannya disertai
dengan berbagai tanggungjawab. Konsekuensi kepasrahan manusia kepada Allah Swt,
dibuktikan dengan menerima seluruh tanggungjawab (akuntabilitas) yang datang
dari-Nya serta melangkah sesuai dengan aturan-Nya. Berbagai tanggungjawab ini,
membentuk suatu relasi tanggungjawab yang terjadi antara Tuhan, manusia dan
alam. Hal tersebut meliputi antara lain: tanggungjawab manusia terhadap Tuhan,
tanggungjawab manusia terhadap
sesama, tanggungjawab
manusia terhadap alam semesta serta tanggungjawab manusia tehadap dirinya
sendiri. Tanggungjawab manusia terhadap Tuhan meliputi dua aspek pokok.
Pertama, mengenal Tuhan. Kedua, menyembah dan beribadah kepada-Nya.
D) Contoh-contoh dari setiap jenis tanggung jawab.
Manusia berjuang untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dan adapun untuk kebutuhan
orang lain. Dalam usahanya setiap manusia menyadari bahwa ada kekuatan lain
yang ikut menentukan dan membantunya yaitu kekuasaan tuhan.Dengan demikian
tanggung jawab itu dapat di bedakan menurut keadaan manusia atau hubungan yang
dibuat nya. Berikut ini merupakan beberapa jenis tanggung jawab, yaitu :
1. Tanggung Jawab
Terhadap Diri Sendiri
Tanggung jawab
terhadap diri sendiri itu menuntut kesadaran akan diri kita untuk memenuhi
kewajiban sendiri dan mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi.
Apa yang telah kita
lakukan harus menerima resikonya sendiri.
2. Tanggung Jawab
Terhadap Keluarga
Keluarga merupakan
masyarakat kecil. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada
keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga, tetapi tanggung
jawab juga merupakan kesejaterahaan ,keselamatan,pendidikan dan kehidupan.
Sebagai anggota keluarga kita harus saling menjaga nama baik keluarga dengan
sikap dan perbuatan yang kita lakukan di dalam kehidupan bermasyarakat.
3. Tanggung Jawab
Terhadap Masyarakat
Pada hakekatnya
manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain karena manusia kedudukannya
sebagai makhluk sosial yang membutuhkan manusia lain maka kita harus
berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. Berinteraksi didalam suatu
kehidupan masyarakat sangat dibutuhkan karena itu bisa membuat kita saling
mengenal satu dengan yang lainnya.
4. Tanggung Jawab
Kepada Bangsa / Negara
Suatu kenyataan lagi
bahwa tiap manusia, tiap individu adalah suatu warga negara. Dalam berpikir,
berbuat, bertindak, dan bertingkah laku manusia terikat oleh norma-norma yang
di buat oleh negara. Manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila
perbuatan manusia itu salah maka ia harus bertanggung jawab kepada Negara atas
apa yang telah ia perbuat. Kita harus menjaga nama baik bangsa dan negara kita
sendiri dengan prestasi-prestasi anak bangsa.
5. Tanggung Jawab
Terhadap Tuhan
Tuhan menciptakan
manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk mengisi
kehidupan manusia agar tanggung jawab langsung terhadap tuhan. Sehingga
tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukuman-hukuman tuhan yang dituangkan
dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam jenis agama. Menerima hukuman
di akhirat nanti atas apa yang telah kita lakukan selama hidup didunia ini.
E)
Pengertian pengabdian
Pengertian Pengabdian
Pengabdian adalah bagaimana cara seseorang menjalani hidupnya dengan cara
melaksanakan kewajiban-kewajiban yang sudah dia tetapkan untuk dilaksanakan.
Terdapat 2 sisi dalam pengabdian
– Pengabdian dalam arti umum.
Sejenis perasaan rela melakukan sesuatu karena didasari sesuatu hal pula atau
dapat dikatakan yaitu membaktikan diri, yang otomatis pada biasanya dia akan
relevan dengan pendiriannya.
– Pengabdian dalam arti
cinta
Dalam Kamus Umum Bahasa
Indonesia, pengabdian berarti hal mengabdi atau mengabdikan. Seorang warga
negara yang mengabdi kepada negaranya biasanya berpedoman hidup: “Berjuang bagi
negara tanpa mengharapkan imbalan apa-apa.”
Jadi, pengabdian didasari cinta artinya rela dan siap melakukan dan memberikan
apapun untuk mempertahankan cinta tanpa ada perasaan terpaksa, yang berarti
relevan akan cinta dan tetap memegang teguh kesetiaan.
Pengabdian itu adalah
perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan
kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat, atau satu ikatan dan semua itu
dilakukan dengan ikhlas. Pengabdian itu hakekatnya adalah rasa tanggung jawab,
apabila orang bekerja keras sehari penuh untuk mencukupi kebutuhan, hal itu
berarti mengabdi kepada keluarga. Lain halnya jika kita membantu teman dalam
kesulitan, mungkin sampai berhari-hari itu bukan pengabdian, tetapi hanya
bantuan saja.
Dalam mengabdi, kita
harus melaksanakan kewajiban-kewajiban yang sudah ditetapkan. Mengabdi adalah
suatu penyerahan diri kepada “suatu” yang dianggap lebih, biasanya dilakukan
dengan ikhlas, bahkan seringpula diikuti dengan pengorbanan. Di mana
pengorbanan berarti suatu pemberian untuk menyatakan kebaktian, yang dapat
berupa materi, jiwa raga.
Kadang pula terdapat pengabdian yang disalah arti kan oleh seseorang yang
diabdikan, yaitu pengabdian sebagai perbudakan, mereka merasa senang dengan
pengabdian yang dilakukan oleh seseorang yang mengabdi, sehingga membuat dia
menjadi lupa daratan dan memperlakukan orang yang mengabdi tersebut sebagai
perbudakan.
Pada kenyataannya pengabdian tersebut bukanlah perbudakan, sebab perbudakan
selalu disertai dengan paksaan dan ketakutan, yang akhirnya menimbulkan
pemberontakan. Tidak ada perbudakan yang menghasilkan kebahagiaan karena akan
berakhir pada kehancuran.
F)
Macam-macam pengabdian.
Sebelumnya munculnya
pengabdian karena adanya rasa tanggung jawab, baik terhadap Tuhan maupun
penciptanya, terhadap diri sendiri, terhadap keluarga dan terhadap masyarakat.
Ada beberapa perbedaan dalam pengabdian, oleh karena itu pengabdian dibedakan :
1. Pengabdian terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Yaitu penyerahan diri secara penuh terhadap Tuhan dan merupakan perwujudan
tanggung jawabnya yang juga diikuti oleh pengorbanan.
Contoh :
Umat Islam melaksanakan shalat lima waktu dalam sehari, melakukan zhakat,
melaksanakan kurban dan sebagainya. Itu semua tidak lain adalah untuk
pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Pengabdian kepada
masyarakat
Ini timbul karena manusia dibesarkan dan hidup dalam masyarakat sehingga sebagi
perwujudanya tanggung jawab nya, kemudian melakukan pengabdian dan juga pengorbanan.
Contoh :
Seorang mahasiswa Universitas Gunadarma yang telah lulus, kemudian berusaha
memajukan pendidikkan di desanya dengan mendirikan sekolah, walaupun tanpa
imbalan apapun dia lakukan demi kemajuan desanya
3. Pengabdian kepada raja
Yaitu suatu penyerahan diri secara ikhlas kepada rajanya, karena dianggap yang
melindunginya; walaupun sekarang banyak terjadi.
Contoh :
Seorang gadis dengan sukarela dijadikan selir oleh rajanya
4. Pengabdian kepada
Negara
Timbul karena orang merasa ikut bertanggung jawab terhadap keselastrian Negara
dan demi persatuan dan kesatuan bangs
Contoh :
Dalam usaha untuk merebut kembali Irian Barat dari penjajah Belanda, banyak
pemuda yang mendaftarkan diri sebagai sukarelawan.
5. Pengabdian kepada
harta
Terjadi karena seseorang memandang bahwa harta yang menghidupinya, sehingga
tindakan-tindakannya semata-mata demi harta, akibatnya ia diperbudak oleh
harta; kadang-kadang dia tanpa menyadari justru mengorbankan dirinya untuk
mempertahankan hartanya, yang akhirnya sama saja diartikan ia tidak dapat
menikmati hartanya.
Dalam pengabdian
seseorang harus memiliki sifat tanggung jawab.
Tanggung jawab adalah bagaimana kita menepati apa yang sudah kita tetapkan,
dengan konsekuensi yang ada, dengan tidak mengelak dan menerima dengan besar
hati. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan
kewajiban.
Pengertian tanggung jawab dalam Kamus Umum Bahasa Besar Indonesia adalah
keadaan dimana wajib menanggung segala sesuatu, sehingga berkewajiban
menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya atau memberikan jawab
dan menanggung akibatnya.
Dengan demikian jika sesuatu hal terjadi kepada seseorang yang dibebani
tanggung jawab ia wajib menanggung segala sesuatunya yang sudah menjadi
kewajibannya untuk bertanggung jawab. Oleh karena itu manusia yang bertanggung
jawab adalah manusia yang dapat menyatakan diri sendiri bahwa apa yang ia
lakukan atau tindakkan yang ia lakukan baik dalam arti umum, sebab baik
tidaknya menurut seseorang belum tentu baik menurut pendapat orang lain atas
apa yang dikatakan baik menurut pendapat dirinya ternyata ditolak oleh orang
lain.
Tanggung jawab bersifat kodrati, yang artinya tanggung jawab itu sudah menjadi
bagian kehidupan manusia bahwa setiap manusia dan yang pasti masing-masing orang
akan memikul suatu tanggung jawabnya sendiri-sendiri. Apabila seseorang tidak
mau bertanggung jawab, maka tentu ada pihak lain yang memaksa untuk tindakan
tanggung jawab tersebut.
G)
Contoh-contoh pengabdian dalam
kehidupan.
1. Pengabdian terhadap
Tuhan Yang Maha Esa
Yaitu penyerahan diri secara penuh terhadap Tuhan dan merupakan perwujudan
tanggung jawabnya yang juga diikuti oleh pengorbanan.
Contoh :
Umat Islam melaksanakan shalat lima waktu dalam sehari, melakukan zhakat,
melaksanakan kurban dan sebagainya. Itu semua tidak lain adalah untuk
pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Pengabdian kepada
masyarakat
Ini timbul karena manusia dibesarkan dan hidup dalam masyarakat sehingga sebagi
perwujudanya tanggung jawab nya, kemudian melakukan pengabdian dan juga
pengorbanan.
Contoh :
Seorang mahasiswa Universitas Gunadarma yang telah lulus, kemudian berusaha
memajukan pendidikkan di desanya dengan mendirikan sekolah, walaupun tanpa
imbalan apapun dia lakukan demi kemajuan desanya
3. Pengabdian kepada raja
Yaitu suatu penyerahan diri secara ikhlas kepada rajanya, karena dianggap yang
melindunginya; walaupun sekarang banyak terjadi.
Contoh :
Seorang gadis dengan sukarela dijadikan selir oleh rajanya
4. Pengabdian kepada
Negara
Timbul karena orang merasa ikut bertanggung jawab terhadap keselastrian Negara
dan demi persatuan dan kesatuan bangs
Contoh :
Dalam usaha untuk merebut kembali Irian Barat dari penjajah Belanda, banyak
pemuda yang mendaftarkan diri sebagai sukarelawan.
5. Pengabdian kepada
harta
Terjadi karena seseorang memandang bahwa harta yang menghidupinya, sehingga
tindakan-tindakannya semata-mata demi harta, akibatnya ia diperbudak oleh
harta; kadang-kadang dia tanpa menyadari justru mengorbankan dirinya untuk
mempertahankan hartanya, yang akhirnya sama saja diartikan ia tidak dapat
menikmati hartanya.
H)
Pengertian pengorbanan.
Pengorbanan adalah
pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata.
Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan diserahkan secara
ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada perjanjian, tanpa ada transaksi, kapan saja
diperlukan.
Pengabdian lebih
banyak menunjuk kepada perbuatan sedangkan pengorbanan lebih banyak menunjuk
kepada pemberian. Dalam pengadian selalu dituntut pengorbanan, tapi belum tentu
pengorbanan menuntut pengabdian.
Hidup adalah sebuah
perjuangan yang selalu harus dilakukan oleh setiap makhluk agar tetap bertahan
hidup. Pengorbanan itu sendiri bisa berbentuk material (yang bisa dilihat,
dipegang) dan berbentuk immaterial (hanya bisa dirasakan). dan pengorbanan yang
dilakukan dengan tulus dan tujuan mulia pasti akan memberikan hasil yang luar
biasa (tidak sia-sia atau percuma).
Pengorbanan yang
terbesar adalah pengorbanan yang dilakukan untuk keselamatan banyak jiwa,
pengorbanan yang tak memandang kesalahan dan perbuatan baik dari ciptaan-Nya.
dan pengorbanan sebesar dan setulus ini belum pernah dilakukan oleh siapapun
selain dari Tuhan itu sendiri.
Jika Tuhan mau
berkorban untuk kita, maka kitapun jangan ragu untuk melakukan hal yang sama,
tetapi perhatikanlah tujuan atau arti pengorbanan yang dilakukan apakah untuk
hal mulia atau untuk hal yang konyol.
I)
Macam-macam pengorbanan.
Macam-macam Pengorbanan yaitu
1.
pengorbanan harta benda
2.
pengorbanan pikiran
3.
pengorbanan perasaan
4.
pengorbanan tenaga
Akibat
dari Pengorbanan itu sendiri bisa berupa hilangnya harta benda demi orang yang
di cintainya.
J)
Contoh-contoh pengorbanan dalam
kehidupan
Contoh Pengorbanan itu sendiri misalkan dalam agama islam setiap
hari raya kurban dilakukan pengorbanan menyembelih sapi , kambing ataupun domba
yang dilakukan untuk menyedekahkan sebagian dari rezeki yang dimilikinya untuk
diberika kepada orang yang kurang mampu. Dalam pengabdian
selalu dituntut pengorbanan belum tentu menuntut pengabdian.
PENGERTIAN KEGELISAHAN
Kegelisahan berasal dari kata gelisah, yang berarti tidak tenteram
hatinya, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, dan cemas.
Sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang yang
tidak tenteram hati maupun perbuatan, merasa khawatir, tidak tenang
dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan.
Kegelisahan dapat diketahui dari gejala tingkah laku seseorang dalam
situasi tertentu. Gejala tingkah laku itu umumnya lain dari biasanya,
misalnya berjalan mondar-mandir dalam ruang tertentu sambil menundukkan
kepala, memandang jauh ke depan sambil mengepal-ngepalkan tangan, duduk
termenung sambil memegang kepala, duduk dengan wajah murung, dan malas
bicara.
MACAM - MACAM KECEMASAN
Sigmund Freud ahli psikoanalisa berpendapat, bahwa ada tiga macam
kecemasan yang menimpa manusia, yaitu kecemasan kenyataan (obyektif),
kecemasan neorotik, dan kecemasan moril.
a). Kecemasan obyektif
Pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan atau bahaya dunia luar.
Bahaya adalah sikap keadaan dalam lingkungan seseorang yang mengancam
untuk mencelakakannya. Pengalaman bahaya dan timbulnya kecemasan mungkin
dari sifat pembawaan, bahwa seseorang mewarisi kecenderungan untuk
menjadi takut kalau ia berada dekat dengan benda-benda atau keadaan
tertentu dari lingkungannya.
b). Kecemasan neorotis (syaraf)
Kecemasan ini timbul karena pengamatan tentang bahaya dari naluriah.
Menurut Sigmund Freud, kecemasan ini dibagi tiga macam, yakni:
Kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan, dan
orang itu takut akan bayangannya sendiri, atau takut akan id-nya
sendiri, sehingga menekan dan menguasai ego.
Bentuk ketakutan yang tegang dan irrasional (phobia). Bentuk khusus dari
phobia adalah intensitet ketakutan melebihi proporsi yang sebenarnya
dari obyek yang ditakutkannya.
Rasa takut lain ialah rasa gugup, gagap dan sebagainya. Reaksi ini
munculnya secara tiba-tiba tanpa ada provokasi yang tegas. Reaksi gugup
ini adalah perbuatan meredakan diri yang bertujuan untuk membebaskan
seseorang dari kecemasan neorotis yang sangat menyakitkan dengan
melakukan sesuatu yang dikehendaki oleh id, meskipun ego dan superego
melarangnya.
c). Kecemasan moril
Kecemasan moril disebabkan karena pribadi seseorang. Tiap pribadi
memiliki bermacam-macam emosi, antara lain iri, benci, dendam, dengki,
marah, gelisah, cinta, dan rasa kurang.
Rasa iri, benci, dengki, dendam merupakan sebagian dari pernyataan
individu secara keseluruhan berdasarkan konsep yang kurang sehat. Oleh
karena itu, sering alasan untuk iri, benci, dengki itu kurang dapat
dipahami orang lain. Sifat-sifat seperti itu adalah sifat yang tidak
terpuji, bahkan mengakibatkan manusia akan merasa khawatir, takut,
cemas, gelisah, dan putus asa.
SEBAB-SEBAB ORANG GELISAH
Sebab-sebab orang gelisah adalah karena pada hakekatnya orang takut
kehilangan hak-haknya. Hal itu adalah akibat dari suatu ancaman, baik
ancaman dari luar maupun dari dalam.
USAHA-USAHA MENGATASI KEGELISAHAN
Mulai dari diri kita sendiri, yaitu bersikap tenang. Dengan sikap tenang
kita dapat berpikir tenang, sehingga segala kesulitan dapat kita atasi.
Memasrahkan diri kepada Tuhan. Kita pasrahkan nasib kita sepenuhnya
kepada-Nya. Kita harus percaya bahwa Tuhan Maha Kuasa, Maha Pengasih,
Maha Penyayang, dan Maha Pengampun.
KETERASINGAN
Katerasingan berasal dari kata terasing, dan dari kata dasar asing. Kata
asing berarti sendiri, tidak dikenal orang, sehingga kata terasing
berarti tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan dari yang lain, atau
terpencil. Jadi kata keterasingan berarti hal-hal yang berkenaan dengan
tersisihkan dari pergaulan, terpencil atau terpisah dari yang lain.
Yang menyebabkan orang berada dalam keterasingan ialah perilakunya yang
tidak dapat diterima atau tidak dapat dibenarkan oleh masyarakat, atau
kekurangan yang ada pada diri seseorang, sehingga ia tidak dapat atau
sulit menyesuaikan diri dalam masyarakat. Perbuatan iti misalnya
mencuri, memperkosa, mengganggu istri orang, menghina orang, dan
sombong.
KESEPIAN
Kesepian berasal dari kata sepi yang berarti sunyi atau lengang,
sehingga kata kesepian berarti merasa sunyi atau lengang, tidak
berteman.
Sebab-sebab terjadinya kesepian
Bermacam-macam penyebab terjadinya kesepian. Salah satunya frustasi.
Dalam hal itu, orang tidak mau diganggu, ia lebih senang dalam keadaan
sepi, tidak suka bergaul, dan lebih senang hidup sendiri. Orang yang
frustasi itu bersikap rendah diri, sengaja menjauhi pergaulan ramai.
Orang yang bersikap rendah diri, pemalu, minder, merasa dirinya kurang
berharga dibanding orang lain, maka orang itu lebih suka menyendiri.
Karena menyendiri itu mengakibatkan kesepian.
KETIDAKPASTIAN
Ketidakpastian berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu,
tidak dapat ditentukan, tidak tahu, tanpa arah yang jelas, tanpa
asal-usul yang jelas. Ketidakpastian artinya keadaan yang tidak pasti,
tidak tentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, keadaan tanpa arah yang
jelas, keadaan tanpa asal-usul yang jelas.
Sebab-sebab terjadi ketidakpastian
Orang yang pikirannya terganggu tidak dapat berpikir secara teratur,
apalagi mengambil kesimpulan. Dalam berpikir, manusia selalu menerima
rangsang-rangsang lain, sehingga jalan pikirannya menjadi kacau oleh
rangsang-rangsang baru. Kalau toh ia dapat berpikir baik akan memakan
waktu yang cukup lama dan sukar. Beberapa sebab orang tak dapat berpikir
dengan pasti ialah:
Obsesi
Gejala neurosa jiwa, yaitu adanya pikiran atau perasaan tertentu yang
terus-menerus, biasanya tentang hal-hal yang tak menyenangkan, atau
sebab-sebabnya tak diketahui oleh penderita. Misalnya, selalu berpikir
ada orang yang ingin menjatuhkan dia.
Phobia
Rasa ketakutan yang tak terkendali, tidak normal, kepada sesuatu hal atau kejadian tanpa diketahui sebab-sebabnya.
Kompulasi
Adanya keragu-raguan tentang apa yang telah dikerjakan, sehingga ada
dorongan yang tak disadari melakukan perbuatan yang serupa berkali-kali.
Histeria
Neorosa jiwa yang disebabkan oleh tekanan mental, kekecewaan, pengalaman
pahit yang menekan, kelemahan syaraf, tidak mampu menguasai diri,
sugesti dari sikap orang lain.
Delusi
Pikiran yang tidak beres, karena berdasarkan suatu keyakinan palsu. Delusi ada tiga macam, yaitu:
a) Delusi persekusi
Menganggap keadaan sekitarnya jelek.
b) Delusi keagungan
Menganggap dirinya orang penting dan besar.
c) Delusi melancholis
Merasa dirinya bersalah, hina, dan berdosa.
Halusinasi
Khayalan yang terjadi tanpa rangsangan pancaindera. Halusinasi buatan,
misalnya dapat dialami oleh orang mabuk atau pemakai obat bius.
Kadang-kadang karena halusinasi, orang merasa mendapat tekanan-tekanan
terhadap dorongan-dorongan dasarnya, sehingga dengan timbulnya
halusinasi dorongan-dorongan itu menemukan sasarannya.
Keadaan emosi
Dalam keadaan tertentu seseorang sangat berpengaruh oleh emosinya. Ini
nampak pada keseluruhan pribadinya, antara lain gangguan pada nafsu
makan, pusing-pusing, muka merah, nadi cepat, keringat, tekanan darah
tinggi/lemah. Sikapnya dapat apatis atau terlalu gembira dengan gerakan
lari-larian, nyanyian, ketawa atau berbicara. Sikap ini dapat pula
berupa kesedihan menekan, tidak bernafsu, tidak bersemangat, gelisah,
resah, suka mengeluh, tidak mau berbicara, diam seribu bahasa,
termenung, dan menyendiri.
USAHA – USAHA MENGATASI KETIDAKPASTIAN
Untuk dapat menyembuhkan keadaan itu tergantung kepada mental penderita.
Andaikata penyebab sudah diketahui, kemungkinan juga tidak dapat
sembuh. Bila hal itu terjadi, maka jalan yang paling baik bagi penderita
ialah diajak atau pergi sendiri ke psikolog.
Bila penyebabnya itu jelas, misalnya rindu, obatnya mudah, yaitu dipertemukan dengan orang yang dirindukan.
Phobia atau jenis takut bisa dilatih dari sedikit, sehingga tidak takut lagi.
Orang yang bersikap sombong atau angkuh,bila mengalami musibah baru
berkurang kesombongannya, tetapi mungkin tidak. Andaikata mereka sadar,
kesembuhan itu adalah karena pengalaman. Jadi yang menyembuhkan adalah
masyarakat sekitarnya dan dirinya sendiri.
BAB XIV
MANUSIA DAN HARAPAN
A. Pengertian Harapan
Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu
terjadi, sehingga harapan dapat diartikan sesuatu yang diinginkan dapat
terjadi. Yang dapat disimpulkan harapan itu menyangkut permasalahan masa
depan.
Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti
manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun
mempunyai harapan, biasanya berupa pesan – pesan kepada ahli warisnya.
Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan
hidup dan kemampuan masing – masing. Misalnya, Budi hanya mampu membeli
sepeda, biasanya tidak mempunyai harapan untuk membeli mobil. Seorang
yang mempunyai harapan yang berlebihan terkadang akan berakibat menjadi
tertawaan orang banyak seperti pribahasa “Si pungguk merindukan bulan”,
walaupun tidak ada yang tidak mungkin didunia ini bila Tuhan
berkehandak.
Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri
sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan
dapat terwujud, maka diperlukan usaha dengan sungguh – sungguh, berdoa
dan pada akhirnya bertawakal agar harapan itu dapat terwujud.
B. Apa Sebab Manusia Mempunyai Harapan ?
Menurut kodratnya manusia itu adalah mahluk sosial. Setiap lahir ke
dunia langsung disambut dalam suatu interaksi hidup, yakni ditengah
suatu keluarga atau sebagai anggota masyarakat. Tidak ada satu
manusiapun yang luput dari interaksi hidup. Ditengah – tengah yang
lainnya, seseorang dapat hidup dan berkembang baik fisik / jasmani
maupun mental / spiritualnya. Ada dua hal yang mendorong orang hidup
berinteraksi dengan manusia lain, yakni dorongan kodrat dan dorongan
kebutuhan hidup.
Dorongan kodrat, ialah sifat, keadaan atau pembawaan alamiah yang sudah
terjelma dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan.
Misalnya menangis, bergembira, berpikir, berjalan, berkata, mempunyai
keturunan dan sebagainya. Setiap manusia mempunyai kemampuan untuk itu
semua.
Dorongan kebutuhan hidup, sudah kodratnya bahwa manusia mempunyai
bermacam – macam kebutuhan hidup. Kebutuhan hidup itu pada garis
besarnya dapat dibedakan atas kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani.
Menurut Abraham Maslow sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan manuis itu ialah :
a) Kelangsungan hidup (survival)
b) Keamanan (safety)
c) Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai (be loving and love)
d) Diakui linkungan (status)
e) Perwujudan cita – cita (self actualization)
C. PENGERTIAN DOA
Menurut bahasa do'a berasal dari kata "da'a" artinya memanggil.
Sedangkan menurut istilah syara' do'a berarti "Memohon sesuatu yang
bermanfaat dan memohon terbebas atau tercegah dari sesuatu yang
memudharatkan.1
Adapun lafadz do'a yang ada dalam al Qur'an bisa bermakna sebagai berikut:
1. Ibadah, seperti firman Allah: Dan janganlah kamu menyembah apa-apa
yang tidak memberi manfaat dan tidak memberi madharat kepadamu selain
Allah, sebab jika kamu berbuat demikian make, kamu termasuk orang-orang
yang zhalim. (Yunus: 106).
2. Perkataan atau Keluhan. Seperti pada firman Allah: Maka tetaplah
demikian keluhan mereka, sehingga kami jadikan mereka sebagai tanaman
yang telah dituai, yang tidak dapat hidup lagi. (al Anbiya: 15).
3. Panggilan atau seruan. Allah berfirman: Maka kamu tidak akan sanggup
menjadikan orang-orang yang mati itu dapat mendengar, dan menjadikan
orang-orang yang tuli dapat mendengar seruan, apabila mereka itu
berpaling ke belakang. (ar- Rum: 52)
4. Meminta pertolongan. Allah berfirman: Dan jika kamu (tetap) dalam
keraguan tentang at Qur'an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami
(Muhammad) buatlah satu surat yang semisal at Qur'an itu dan ajaklah
penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. (al
Baqarah: 23).
5. Permohonan. Seperti firman Allah: Dan orang-orang yang berada dalam
neraka berkata kepada penjagapenjaga jahannam: "Mohonkanlah kepada
Tuhanmu supaya Dia meringankan azab dari kami barang sehari." (al
Mukmin: 49).
Macam-Macam Do’a
Syeikh Abdurrahman bin Sa'diy berkata: "Setiap perintah di dalam al
Qur'an dan larangan berdo'a kepada selain Allah, meliputi do'a masalah
(permintaan) dan do'a ibadah." 2
Adapun perbedaan antara kedua macam do'a tersebut adalah:
Do'a masalah (permintaan) adalah: Meminta untuk diberikan manfaat dan
dicegah dari kemudharatan, atau sesuatu yang sifatnya permintaan. Dan
ini dibagi menjadi tiga:
a) Permintaan yang ditujukan kepada Allah semata dan ini (termasuk tauhid dan berpahala. -red. vbaitullah)
b) Permintaan yang ditujukan kepada selain Allah, padahal dia tidak
mampu memenuhi dan memberikan permintaannya. Seperti meminta kepada
kuburan, pohon-pohon besar atau tempat-tempat keramat. Dan ini termasuk
syirik dan dosa besar.
c) Permintaan yang ditujukan kepada selain Allah pada hal-hal yang bisa
dipenuhi dan bisa dilakukan, seperti meminta prang lain, yang masih
hidup untuk memindahkan atau membawakan barangnya dan ini hukumnya
boleh.
Do'a Ibadah maksudnya Semua bentuk ibadah atau ketaatan yang diberikan
kepada Allah balk lahiriah maupun batiniah, karena pada hakikatnya semua
bentuk ibadah misalnya shalat, puasa, Haji dan sebagainya, tujuan
utamanya adalah untuk mendapatkan ridha Allah dan dijauhkan dari
azab-Nya.
D. Kepercayaan
Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini
akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal – hal yang berhubungan dengan
pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. Ada beberapa kalimat yang dapat
kita perhatikan :
Ia tidak percaya pada diri sendiri.
Saya tidak percaya ia berbuat seperti itu, berita itu kurang dapat dipercaya.
Bagaimana juga kita harus percaya kepada pemerintah.
Kita harus percaya akan nasehat – nasehat yang berasal dari Al-qur’an.
Dengan contoh berbagai kalimat diatas maka dapat ditarik kesimpulan, bahwa dasar kepercayaan itu adalah kebenaran.
E. Berbagai Kepercayaan Dan Usaha Meningkatkannya
Dasar kepercayaan adalah kebenaran. Kepercayaan itu dapat dibedakan atas :
• Kepercayaan pada diri sendiri
Kepercayaan pada diri sendiri itu ditanamkan setiap pribadi manusia.
Percaya pada diri sendiri pada hakekatnya percaya pada Tuhan Yang Maha
Esa Percaya pada diri sendiri, menganggap dirinya tidak salah, dirinya
menang, dirinya mampu mengerjakan yang diserahkan atau dipercayakan
kepadanya.
• Kepercayaan kepada orang lain
Percaya kepada orang lain itu dapat berupa percaya kepada saudara, orang
tua, guru, atau siapa saja. Kepercayaan kepada orang lain itu sudah
tentu percaya ternadap kata hatinya, perbuatan yang sesuai dengan kata
hati, atau terhadap kebenarannya. Ada ucapan yang berbunyi orang itu
dipercaya karna ucapannya. Misalnya, orang yang berjanji sesuatu hams
dipenuhi, meskipun janji itu tidak terdengar orang lain, apalagi membuat
janji kepada orang lain.
• Kepercayaan kepada pemerintah
Berdasarkan pandangan teokratis menurut etika, filsafat tingkah laku
karya Prof.Ir, Poedjawiyatna, negara itu berasal dari Tuhan. Tuhan
langsung memerintah dan memimpin bangsa manusia, atau setidak-tidaknya
Tuhanlah pemilik kedaulatan sejati, Karena semua adalah ciptaan Tuhan.
Semua mengemban kewibawaan, terutama pengemban tertinggi, yaitu raja,
langsung dikaruniai kewibawaan oleh Tuhan, sebab langsung dipilih oleh
Tuhan pula (kerajaan)
Pandangan demokratis mengatakan bahwa kedaulatan adalah dari rakyat,
(kewibawaan pun milik rakyat. Rakyat adalah negara, rakyat itu menjelma
pada negara. Satu-satunya realitas adalah negara). Manusia sebagai
seorang (individu) tak berarti. Orang. mempunyai arti hanya dalam
masyarakat, negara. Hanya negara sebagai keutuhan (totalitas) yang ada,
kedaulatan mutlak pada negara, negara demikian itu disebut negara
totaliter. satu-satunya yang mempunyai hak ialah negara; manusia
perorangan tidak mempunyai hak, ia hanya mempunyai kewajiban (negara
diktator)
Jelaslah bagi kita, baik teori atau pandangan teokratis ataupun
demokratis negara atau pemerintah itu benar, karena Tuhan adalah sumber
kebenaran. Karena itu wajarlah kalau manusia sebagai warga negara
percaya kepada negara/pemerintah.
• Kepercayaan kepada Tuhan
Kepercayaan kepada Tuhan yang maha kuasa itu amat penting, karena
keberadaan manusia itu bukan dengan sendirinya, tetapi diciptakan oleh
Tuhan. Kepercayaan berarti keyakinan dan pengakuan akan kebenaran.
Kepercayaan itu amat penting, karena merupakan tali kuat yang dapat
menghubungkan rasa manusia dengan Tuhannya. Bagaimana Tuhan dapat
menolong umatnya, apabila umat itu tidak mempunyai kepercayaan kepada
Tuhannya, sebab tidak ada tali penghubung yang mengalirkan daya
kekuatannya. Oleh karcna itu jika manusia berusaha agar mendapat
pertolongan dari padanya, manusia harus percaya kepada Tuhan, sebab
Tuhanlah yang selalu menyertai manusia. Kepercayaan atau pengakuan akan
adanya zat yang maha tinggi yang menciptakan alam semesta seisinya
merupakan
konsekuensinya tiap-tiap umat beragama dalam melakukan pemujaan kepada zat tersebut.
Usaha-usaha Meningkatkan Percaya pada Tuhan
Usaha itu antara lain:
• Meningkatkan ketaqwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah.
• Meningkatkan pengabdian kita kepada masyarakat.
• Meningkatkan kecintaan kita kepada sesama manusia dengan jalan suka menolong, dermawan, dan sebagainya.
• mengurangi nafsu mengumpulkan harta yang berlebihan.
• menekan perasaan negatif seperti iri, dengki, fitnah, dan sebagainya.